Desain Rumah Tumbuh Minimalis

Konsep dan desain yang matang berperan penting ketika seseorang hendak merancang dan membangun sebuah rumah tumbuh diatas lahan yang relatif terbatas luasnya.

Trik dan Tips perlu dilakukan agar seluruh bagian rumah dapat difungsikan sesuai peruntukannya.


Pola bangunan vertikal adalah salah satu alternatif yang terbaik, sehingga dari awal sudah di desain fondasi/sloof/kolom dan balok struktur bangunan secara efektif dan aman, sehingga dapat mendukung seluruh beban lantai dan bangunan di atasnya yang akan dibangun secara bertahap.

Pemilik dapat meminta bantuan seorang arsitek untuk membuat konsep lay-out serta rancang-bangun untuk rumah tumbuh agar dapat diperoleh desain rumah tumbuh yang berkelanjutan sesuai dengan rencana anggaran biaya yang tersedia saat ini.



Bentuk atap di desain sesuai dengan rencana rumah tumbuh, menggunakan atap seng berlapis anti-karat serta kuda-kuda dengan bahan baja-ringan, selain tahan terhadap cuaca dapat dibongkar-pasang kembali pada saat membangun bangunan tumbuh diatasnya.

Rencana penambahan ruangan dan struktur bangunan yang akan dilaksanakan pada tahap berikutnya dapat segera dilakukan dengan mengikuti konsep dan desain yang sudah ada tanpa harus banyak membongkar struktur pada bangunan lama.


Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi biaya pekerjaan bongkar-pasang bagian rumah lama dan menghemat waktu pada saat melakukan penambahan ruangan atau bangunan baru.



Tampak muka bangunan dengan desain yang simple tetapi tetap mengutamakan fungsi dan kebutuhan akan penerangan alami dan sirkulasi udara yang baik. 

Desain dan posisi jendela utama diletakkan disamping pintu masuk, hal ini bertujuan untuk menghindari pandangan langsung dari jalan terhadap aktivitas didalam rumah.

Desain dinding dengan lapisan ornamen batu alam diletaknan pada bagian muka bangunan agar dapat menjadi akustik alami terhadap gangguan suara dari luar.
Disain Pintu dan Jendela sebaiknya di desain dengan bukaan yang dapat dikontrol, selain menghindari debu yang masuk bukaan penuh hanya dilakukan apabila diperlukan.

Sirkulasi udara dapat memanfaatkan lobang bukaan kecil pada pintu panel yang dapat ditutup dengan penyaring debu dari allumunium.


Material utama pada bangunan luar sebaiknya menggunakan perpaduan antara Kusen Jendela Allumunium dan Pintu Panel yang difinishing dengan pelindung tahan cuaca.

Material bagian dalam bangunan sebaiknya menggunakan kusen/jendela/pintu berbahan allumunium, selain menampilkan kesan modern juga minim biaya pemeliharaan jangka panjang.


Layout bangunan lantai atas mengikuti bangunan lantai dasar. Perubahan fungsi K.TDR1/RM menjadi R.KEL/SERBAGUNA memberikan kesan luas pada area terbuka/void, dan fungsi RT/KEL menjadi RT.UTAMA yang lebih luas serta dilengkapi kamar mandi didalam.

Konsep dan desain pada bangunan ini telah diusahakan semaksimal mungkin untuk dapat mengakomodasi kebutuhan ruangan yang ideal untuk seluruh penghuninya.

Total Luas Bangunan Rumah Tumbuh 2 lantai 160 m2 dengan layout simetris
Lantai Dasar :
- Ruang Tamu / Keluarga / K.Mandi
- Kamar Tidur Utama / K.Mandi Dalam
- Kamar Tidur Anak / K.Mandi Luar
- Ruang Dapur / Ruang Makan
- Kamar Service Area
- Dak Service Area
Lantai Atas :
- Kamar Tidur Utama / K.Mandi Dalam
- Kamar Tidur Anak / K.Mandi Luar
- Ruang Keluarga / Ruang Makan
- Teras Atas

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar yang anda berikan ke Blog rumah deSAIN

Sindikasi lifestyle.okezone.com

Back to top